Kamis, 19 Januari 2012

bahagia pada akhir cerita

Semua berawal dari sebuah frasa
Ketika sebuah canda mengukir senyum
Frasa itu datang menulis sebuah cerita
Yang mengalir dalam sungai kehidupan
Tak banyak berjudul namun entah bermakna
Frasa itu datang dari beda
Bila aku pria maka dia wanita
Sungguh pertama takutku menyakiti
Seakan langkahku menghantui
Dirinya yang selalu saja ada
Senyumnya yang selalu mempesona
Frasa itu mulai membebani
Ketika hidup ini tak berhenti mengalir
Permasalahan lain mulai saling berganti
Sementara frasa ini mulai memenuhi
Hingga pada akhir sadar kejamku
Sang pengecut mulai berlari darimu
Itulah aku dengan segala rendahku
Kuharap dia yang baru
Yang selalu mengharapkanmu
Meski aku lebih dulu
Namun dia selalu menatapmu
Tak seperti aku yang menciut selalu
Dia sahabatku mungkin yang terbaik untukmu
Meski frasa ini tetap ada padaku
Kuharap ceritamu berakhir bahagia dengannya
Wahai sahabatku kukorbankan frasa ini untukmu
Bahagialah pada akhir ceritaku yang sendu

ayah

Kau tampak lusuh dan berdebu
Ruat-ruat garis hitam merona kelopak matamu
Ku tahu kau lelah ayah…..
Saat senja kau duduk termenung menatap jalanan
Yang selalu menghantarkan keping pemberi kehidupan
Ketika kantuk menyerang kau tetap tegar
Ku tahu kau lelah ayah
Malu aku menawarkan ranjang yang tersisa
Atau mengantar diri terlelap lebih awal
Tiap malam beserta doa kuberharap
“Tuhan murahkan rejeki ayahku
Jagakan sehatnya, jauhkan darinya mara bahaya
Dan jika nanti Kau meminangnya kembali
Tempatkanlah ia disisi-Mu

Maaf

Sayang….
Maaf jika untai kataku buraikan mimpi kita
Aku ingin jujur tentangnya
Seorang yang datang saat kau ada
Saat ku bermuka dua dan berbagi cinta
Aku tersadar
Sayang….
Ini bukan salahku dan salahmu
Kuhanya melanjut hidup yang tergaris didahiku
Hidup yang mengantarku padamu dan dia
Ia sungguh sederhana
Ia beri angin sayapku tuk mengepak tanpa minta dahan tuk balasan
Ia beri telinga saat kuingin berbagi tentang segala yang kulalui hari ini
Ia beri aku bicara yang bisa tenangkan badai samudra
Ia beri aku perlindungan hanya dengan sejumput senyuman
Semua ada saat kau berkubang dalam harimu yang perlahan membenam hadirku
Ya, aku tlah berkhianat padamu
Kubagi cinta yang dulu sepenuhnya mulikmu
Kini kuingin jujur padamu
Dia telah ambil tempat dihatiku dan mensemayamkan dirimu
Maaf….

harus terlupakan

Melangkah dan terus melangkah
Tertatih melangkah menjauh berlari
Dari siapa ia berlari?
Ibliskah itu yang gelap merajai?
Buruk rupakah yang mengejarnya dari jauh?
Pudar pandang tak mengerti
Ia memang berlari pergi
Namun tak ada yang mengetahui
Bahwa nilai pandang bumi
Sungguh benar tak berarti
Karena itu ia berlari
Berlari…….

Pernah sejenak ia berhenti
Namun tersesali meski lelah terpenuhi
Peluh dalam sanubari
Lalu ia berhenti menghinggapi
Dan kembali berlari
Melangkah pergi
Salahkah mencinta bidadari
Bila memang congkaknya setajam duri
Sakitnya tak lebih baik dari sepi
Meski kini menyesali
Karena memori menancap abadi
Dalam hidup yang ia jalani
Maka ia berlari
Berlari……..

Meski indah berbalut rapi
Namun awal tetap harus mengakhiri
Dengan segala daya ia beralih
Namun laknat orang itu
Bukan teman bila bantu sakiti
Bukan teman bila selalu interogasi
Tak sadarkah kau?
Dia harus pergi….
Atau aku kan selalu berlari
Bukan menghindari sebuah memori
Namun mengais tanah dan mencari
Nikmat sebuah rasa cinta
Benar tak sekadar rasa
Bila teman bantulah melupa
Kini ada pengganti dia
Cinta ini berbeda
Oleh karenanya……
Bila teman janganlah bertanya
Tentang dia yang harus terlupakan

kenangan tentangmu

bayang indah senyummu
dan cerita indah antara kita
kini hanya menjadi kenangan
yg tak sanggup Q buang dari ingatanku
bagiku…
semua itu begitu indah
bahkan terlalu indah
bila harus ku lupakan
namun luka yg kau berikan
yg memaksaku
tuk belajar lupakan smuanya
smua kenangan tentangmu
meski terlalu skit luka kurasa
namun ku tak pernah bisa
tuk membenci dirimu
mungkin karna ku terlalu cinta
kini kau dan aku
takkan pernah bisa bersatu
karna jarak dan waktu yg memisahkan
yg jadikanmu mimpi bagiku

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2012/01/kenangan-tentangmu.html#ixzz1juePkncy
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

Rabu, 11 Januari 2012

Bidadari Yang Kutunggu

Kumenanti mu bidadari…
Dengan kesendirian yang selalu ku rasa….
Aku lewati malm dengan bintang dan bulan…
Yang setia menemani ku….
Aku bertanya padanya tentang kau….
Mengapa kau belum turun ke bumi ini….
Hidup ku hampa tanpa mu…
Aku ingin merasakan hadirmu…
Aku ingin terbang bersamamu
Melewati indahnya dunia ini…
Aku tak akn lelah menunnggu mu..
Bidadari yang selalu kutunggu…
Rebahkan lah sayap – sayap yang indah, yang kau miliki…..
Dan terbang lah keatas sana….
Lukiskan nama mu di langit biru…
Dengan warna warna pelangi yang kau punya….
Agar aku tahu hadirmu…
Agar aku tahu bidadari yang selalu kunanti…
Sudah tutun kebumi ini…
Dan penantian ku selama ini tak sia sia……

Goresan Luka di Hati

Sejak aq menatapmu..
Wajahmu membuatku tergila-gila padamu…
Tatapan matamu yang tajam membuat jantungku berdetak kencang..
Disaat itu pula,ku merasa ada benih cinta yang tumbuh di hati..
Kaupun mengatakan cinta pada ku..
Tanpa pikir panjang,ku terima cintamu..
Karna aq merasa kaulah belahan jiwaku..
Kita pun berjalan menelusuri cinta itu…
Kau mencoba memberikan senyum padaku..
Namun,semua itu hanya sesaat…
Sekarang senyum yang kau beri kini tlah berubah jadi tangis..
Kau tlah menggoreskan luka di hatiku..
Tanpa ku sadari,ternyata slama ini aku hanyalah mainanmu..
Tapi,ku biarkan ini menjadi kenangan…
Kenangan terpahit dalam hidupku..
Dan kan ku jadikan ini pelajaran bagiku

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2012/01/goresan-luka-di-hati.html#ixzz1jDWiJXGc
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

rindu hujan

pagi ini nampak bisu
dengan STRATUS yg menyelimuti langit kotaq
sama sekali tak senada dengan inginq….
begitu membirunya pantulan laut
dipancarkannya sebagai isyarat sumringah
ahh…. tentunya juga gerah
rindu aq pada gumpalan CUMULUS
yang kerap datang bersama NIMBUS
membawakan tetes-tetes kesejukan langit
gemercik riang atap-atap rumah
diiringi derai-de…

sepi

sepi sungguh …
Di tengah rimba gulita
Hanya gulungan roda mobil tuaku
Berdenging sekarat kempis …
Menabrak lapuk tumbangnya kayu
Pening jua …
Meringkuk dalam kendara asap
Sekujur …
Lusuh sekelebat darah
Lukaku tak sekaku hatiku
Ohh …
Ratu malam memergokiku
Biar aku bergelegar
Terkapar berbalut hujan
Ini bagaimana kembali pulih?
Sedang pilu masih terdonor untukmu
Kau tau aku begini
Seluruh pedih tuk mengenangmu
Hatimu …
Ku tak tau namun menau
Kecapmu lembut namun menusuk
Kau lebih sekedar dari tajamnya kapak
Cukup dan tolong …
Jika itu jiwamu
Tolong buang cintaku
Jangan sisakan sampah lalu
Ini aku damba berlebih …

SEKUNTUM BUNGA UNTUK GURU-GURU TERCINTA



Allah ciptakan matahari,
yang tak pernah bosan bersinar,
seperti halnya semangat dan kasih sayangmu dalam mendidik kami,
wahai guruku……

Allah ciptakan bulan untuk menerangi malam,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu membimbing dan menerangi kami dengan berbagai ilmu

Allah ciptakan bintang dimalam hari sebagai penghias,
seperti halnya engkau bu guru,
yang selalu menghiasi hari-hari kami dengan begitu indahnya.

Allah ciptakan bunga yang begitu harum,
seperti halnya engkau bu guru yang telah memberikan keharuman pada hari-hari kami,
selama kami bermain dan belajar disekolah.

Mengapa setiap orang mau menjadi guru, bukankah gajinya kecil. Ya itu memang benar, tapi uang bukan segalanya. Cinta adalah segalanya. Dan itu yang dilakukan guru kebanyakan, mereka melakukannya untuk untuk kesetiaan untuk pengabdian dan untuk kebanggan

Puisi Untuk Guru



Orang kata guru itu penat
Gaji tak seberapa kerja berlambak
Aku kata guru itu rehat
Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat
Kerja sekerat-sekerat pahala penuh sendat
Ilmu yang dicurah tak dapat disekat
Makin dicurah makin mendekat
Orang kata guru itu sungguh bosan
Setiap tahun muka sama setiap bulan
Aku kata guru itu singguh riang
Sekali berkata murid ketawa girang
Bila berjaya murid terus menjulang
Jasa bakti tak pernah hilang

Yang Pertama

Yang Pertama
Apa itu cinta?
Cinta itu adalah rute trem bawah tanah London
Mereka bilang cinta itu indah…?
Cinta yang indah hanyalah kecintaan kita kepada keharmonisan
Tetapi bukankah cinta juga menyakitkan?
Cinta menyakitkan bagi mereka yang tidak bisa menjaga keseimbangan
Apa kau percaya pada kesempurnaan dan kemurnian cinta?
Even in the greatest masterpiece we can still find its defect,
Apa kau pernah jatuh cinta?
Itu retoris
Apa hal yang paling membahagiakan dari cinta?
Saat kau mengetahui bahwa cintamu berada dalam keharmonisan
Apa hal yang paling menyedihkan dari cinta?
Hmm…ketika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai berada di tepian sementara kau tidak bisa apa2 untuk membawanya kembali ke keseimbangan…
Lantas siapa kau sebenarnya?
Aku hanyalah seorang pujangga muda yang baru saja mulai mencari makna sederhana dari rumitnya cinta.

Senin, 09 Januari 2012

monolog hati pada jiwa

Gertak hati ku..
..pada jiwa ku..

Engkau ampuni dia?
engkau lupakan dia?

tak ingat pada seksa mu?
tak ingat pada janji nya pada mu?
tak ingat pada senyumannya yang palsu?

Gertak hati ku..
..pada jiwa ku..

atau
..engkau masih sayang dia..
..engkau masih rindu dia..
..engkau masih dambakan dia..
..engkau dahaga kasihnya..
engkau masih..masih..masih..

aduhai laksana batu besar di tepian pantai
dipukul ombak berkali..
terluka masih kukuh di situ..
tercedera masih tak tumbang..
diconteng pelawat pantai.. masih tak ganjak

suci..suci rindu ku
suci..suci kasih ku
suci..suci pasrah ku

Tuhan..
bantu aku melupakannya..

luka disini




Dulu pernah ada cinta
Dulu pernah ada sayang
Namun kini tiada lagi
Perasaan seperti dulu

Kini tiada lagi kisah
Cintaku tlah musnah sudah
Hancur hatiku
Telah kau sakiti perasaanku

-----
Biarkan ku pergi
Jangan kau tanyakan lagi
Ku yakin ini yang terbaik
untuk kau dan diriku

Biarkan berlalu
Rasa cinta ini di hati
Ku tak bisa tuk menahan
Aku luka di sini

Kepergianmu



Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meraga